Di Mesopotamia Kuno lingkungannya
sangan keras dengan musim panas yang sangat panas dan curah hujan yang kecil.
Itulah sebabnya pertanian Negara ini bergantung pada banjir tahunan. Sekitar
tahun 3100 SM, Sungai Eufrat melimpahkan air lebih besar dari biasanya sehingga
membanjiri Kota Shuruppak, kota besar saat itu, dan wilayah sekitarnya.
Orang-orang menganggap ini sebagai hukuman para Dewa.
Meskipun peristiwa ini hanya
bencana lokal, tapi dampaknya mendunia. Banjir besar ini berdampak mendalam
pada orang Sumeria secara keseluruhan, kemudian didramatisasi dalam kisah epik
kepahlawanan Gilgamesh yang memiliki kemiripan dengan kisah Nabi Nuh.






